Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud Tandatangani MoU dengan Universitas Dwijendra dan Asosiasi Tradisi Lisan

Penandatangan memorandum of understanding (MoU) atau kesepakatan kerja sama dilakukan oleh Dekan FIB Unud, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H.,M.Hum., dan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pusat, Dr. Pudentia MPSS, M.A., Jumat, 29 Juli 2016 bertempat di Aula Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra, Denpasar.

Kesepakatan yang berlaku selama lima tahun ini, meliputi kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada tradisi lisan pada khususnya dan kebudayaan pada umumnya.

Menurut Prof. Sutjiati, kerja sama yang dijalin antara ATL Pusat dengan FIB Unud dengan Universitas Dwijendra adalah sangat tepat, terutama untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Diharapkan benar-benar dapat direalisasi untuk ketiga Dharma tersebut,” ujar Prof. Sutjiati.



Gali Kearifan Lokal

Menurut Dekan Prof. Sutjiati, banyak kearifan lokal yg perlu digali, dilestarikan dan dikembangkan yang terkait dengan tradisi lisan sehingga perlu dilaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat bersama (ke-3 lembaga) untuk hal ini.

“Hasil dari penelitian ini bisa dijadikan materi kuliah, untuk kemutakhiran materi kuliah pada program studi yang menawarkan mata kuliah Wacana Sastra,” tambah Prof. Sutjiati.

Dekan FIB Unud ini berharap agar budaya Bali tetap dilestarikan dan perlu strategi pelestarian di era modern yang tanpa batas ini.

“Pelestarian ini bertujuan agar kita sebagai orang Bali memiliki identitas, dan tidak tercabut dari akar dan budaya,” ujarnya.

Pemakalah dalam Seminar Nasional ATL

Penandatanganan MOU bersamaan dengan pelaksanaan seminar yang bertemakan “Tradisi Lisan sebagai Kearifan Lokal, Nilai Budaya, dan Pendidikan Karakter.

Dalam seminar ini dosen-dosen dari FIB Unud ikut menyukseskan acara dengan menjadi pemakalah utama maupun pemakalah pendamping.

Pemakalah Utama, I Nyoman Darma Putra menyajikan makalah “Transformasi Kisah Tantri: Adaptasi Nilai-Nilai Pembentukan Karakter dari Cerita Lisan ke Novel”. Dosen Sastra Indonesia dan alumnus Univeristy of Queensland ini membahas transformasi dan inovasi novel Tantri, Perempuan yang Bercerita karya Cok Sawitri yang bersumber dari cerita lisan Ni Diah Tantri atau dikenal juga dengan Tantri Kamandaka, cerita berbingkai yang sangat klasik.
seminar